Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Sunday, 27 May 2012

Usul Perubahan Kelima UUD 1945: Peran Konstitusi dalam Melestarikan Budaya dan Karakter Bangsa



Dalam seminar sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan atas kerjasama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (Iluni FIB UI) dengan Dewan Perwakilan Daerah MPR-RI  (DPD MPR-RI), Senin (7/5) di Auditorium gedung I, FIB UI, para pembicara membahas usul perubahan kelima UUD 1945 dengan pokok persoalan peran konstitusi dalam melestarikan budaya dan karakter bangsa.

Fadli Zon S.S, M.Sc (Ketua Iluni FIB UI) mempresentasikan paper berjudul Pancasila dan Jati Diri Bangsa. Perumusan Pancasila begitu cepat dan dipersiapkan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di depan sidang ini menjadi pidato penting tentang dasar negara. Kita tidak menemukan dalam konstitusi bahwa negara Indonesia itu berdemokrasi liberal, konstitusi juga bukan mengacu komunisme,

Wednesday, 18 April 2012

Wawancara | Pendar Budaya #1


Budaya, Bahasa, dan Potensi Negara
(wawancara dengan Ibu Nanny Sri Lestari, M.Hum)

            Ibu Nanny Sri Lestari, dosen Program Studi Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, merupakan salah satu pemerhati kebudayaan. Pada edisi perdana, Pendar Budaya meminta beliau untuk sedikit membagikan pemikirannya tentang Budaya dan Negara. Wawancara yang dilakukan di Gedung 3 FIB UI ini memunculkan satu kesadaran baru. Bahwa potensi budaya datangnya dari bahasa.
            Budaya bukan sesuatu yang bisa dipegang, bukan pula sebuah produk yang dapat dipakai, seperti sepatu. Untuk itu, tidak mudah untuk mendefinisikan sebuah kebudayaan, apalagi kebudayaan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan adat istiadat. Sejarah panjang bangsa Indonesia berperan dalam membentuk budaya Indonesia melalui keadaan sehingga kita harus berhati-hati ketika menjelaskan tentang budaya Indonesia.

Friday, 6 April 2012

Opini | Pendar Budaya #1


Kebudayaan Daerah atau Kebudayaan Nasional?

 Oleh: Dira Rahimsyah*

“Seperti apa kebudayaan nasional di Indonesia?” tanya seorang mahasiswa Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA)

Memang, banyak sekali kebudayaan yang berkembang di Indonesia.  Meskipun begitu, kita meyakini anggapan yang mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah sama. Perbedaan ini berawal dari bercampurnya imigran dari Asia yang telah lama menetap di Indonesia dengan penduduk asli. Proses kontak sosial yang terjadi menyebabkan akulturasi kebudayaan. Karena mereka hidup di tempat-tempat yang saling berjauhan, dengan lingkungan hidup mereka yang berbeda-beda, dan tidak adanya komunikasi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya, serta pengaruh budaya luar berbeda-beda menjadi faktor-faktor keragaman budaya kita. Dari sekian banyaknya kebudayaan yang berkembang di Indonesia, pertanyaan mengelitik tadi kembali muncul, kebudayaan nasional itu seperti apa?
Pertanyaan tadi menjadi menarik karena dituturkan oleh mahasiswa asing yang justru tertarik dengan keragaman budaya kita.